MEDIAAKSI.COM – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menyatakan bahwa ibu kota kini telah meraih predikat sebagai kota pelajar nomor satu di seluruh Indonesia. Capaian ini merupakan hasil dari komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat sektor pendidikan melalui penyediaan fasilitas yang layak serta program bantuan sosial bagi siswa maupun mahasiswa.
Berdasarkan data QS Best Student Cities 2027, Jakarta berhasil menduduki peringkat ke-117 dunia. Posisi ini menempatkan Jakarta sebagai kota dengan peringkat tertinggi di Indonesia, mengungguli Yogyakarta yang berada di urutan ke-118 dunia.
Dalam upaya menjaga kualitas tersebut, Pemprov DKI Jakarta terus mengoptimalkan penyaluran Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Kebijakan ini menyasar para pelajar serta mahasiswa dari keluarga yang membutuhkan agar akses pendidikan tetap merata dan berkelanjutan.
Pramono menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan yang representatif di seluruh wilayah. Ia pun telah menginstruksikan Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk melakukan pemutakhiran data sekolah yang memerlukan perbaikan segera.
Prioritas Peningkatan Fasilitas Pendidikan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen melakukan renovasi sekolah secara bertahap guna menciptakan lingkungan belajar yang ideal. Proses perbaikan gedung sekolah ini akan diputuskan melalui rapat terbatas untuk memastikan pengawasan berjalan ketat dan pemanfaatan bangunan dapat dilakukan secara maksimal pasca-renovasi.
“Itu terbukti, yang selama ini Jakarta bukan nomor satu kota terdidik ya, kota pelajar, kota terdidik, sekarang Jakarta menjadi kota pelajar nomor satu se-Indonesia,” ujar Pramono saat memberikan keterangan kepada awak media di Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Senin (12/10/2026).
Langkah nyata dari program ini terlihat dari keberhasilan Pemprov DKI dalam menyelesaikan renovasi 16 dari 19 target gedung sekolah pada tahun anggaran 2025. Proyek revitalisasi yang tersebar di lima wilayah administrasi Jakarta tersebut menyerap anggaran sebesar Rp876,7 miliar. Melalui pembenahan infrastruktur dan dukungan akses finansial, Jakarta optimis dapat terus mempertahankan posisinya sebagai pusat pendidikan unggulan di tanah air.






