KKN 163 UMM Bagikan Buku Saku SAE Bagi Warga RT 15 Pandanrejo

MEDIAAKSI.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 163 Universitas Muhammadiyah Malang meluncurkan program pemandirian kesehatan di Desa Pandanrejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang. Langkah ini diambil guna memicu kesadaran kolektif warga dalam merespons kondisi gawat darurat serta mengenali potensi penyakit menahun secara lebih awal.

​Tantangan Akses Kesehatan dan Latar Belakang Wilayah RT 15

​Gagasan ini berawal dari letak geografis RT 15 Dusun Krajan yang relatif terisolasi dari pusat pelayanan medis formal, baik Puskesmas maupun Rumah Sakit. Kendala jarak tempuh tersebut berisiko memperlambat penanganan pertama saat warga membutuhkan bantuan medis secara mendesak. Menanggapi situasi tersebut, pihak pemerintah desa merekomendasikan agar konsentrasi intervensi edukasi difokuskan di pemukiman RT 15.

​Inovasi Buku Saku S.A.E. Sebagai Solusi Kedaruratan Medis

​Menindaklanjuti arahan perangkat desa, tim KKN 163 UMM menerbitkan media informatif berupa Buku Saku S.A.E. (Siap Akses Emergensi). Panduan portabel ini menghimpun daftar kontak penting—mulai dari layanan ambulans, fasilitas kesehatan terdekat, tenaga bidan desa, hingga personel Babinsa dan Bhabinkamtibmas—sekaligus memuat panduan ringkas mengenai pemantauan gejala awal stroke, tekanan darah tinggi, serta kencing manis.

Bacaan Lainnya

​Perwakilan mahasiswa menyampaikan bahwa penerbitan buku saku ini bertujuan memberikan rujukan fisik yang praktis untuk disimpan di setiap hunian. Kehadiran media ini diharapkan mampu memangkas hambatan geografis melalui respons komunikasi yang cepat kepada petugas setempat saat terjadi keadaan darurat.

​Antusiasme Warga dan Edukasi Penyakit Kronis Sejak Dini

​Masyarakat setempat menyambut hangat kehadiran tim pengabdi. Penduduk RT 15 menunjukkan sikap terbuka dan kooperatif selama sesi edukasi berlangsung, yang mencakup tata cara pemanfaatan buku saku, manajemen penyimpanan obat keluarga, hingga pemahaman formula “SeGeRa Ke RS” untuk mendeteksi serangan stroke secara dini.

​”Kami sangat bersyukur dan senang sekali atas kedatangan adik-adik mahasiswa KKN. Selama ini kami sering bingung harus menghubungi siapa kalau ada keluarga yang tiba-tiba sakit di malam hari. Dengan adanya buku saku ini, nomor petugas dan bidan sudah tercatat rapi dan mudah kami cari,” tutur salah satu perwakilan warga RT 15 saat menerima buku saku tersebut.

​Perangkat Desa Pandanrejo turut memberikan apresiasi atas kontribusi nyata para mahasiswa. Inisiatif ini dinilai berhasil menjawab kebutuhan warga dalam mengarsipkan nomor-nomor darurat secara terstruktur dan mudah diakses. Melalui kegiatan pengabdian ini, Kelompok KKN 163 UMM berharap taraf kesiapsiagaan dan kemandirian kesehatan warga Desa Pandanrejo dapat terus terjaga dalam jangka panjang.

  • Yudha, Jurusan Kedokteran Fakultas Kedokteran,Universitas Muhammadiyah Malang

Pos terkait