Kemampuan Berbahasa Asing Bisa Membuat Otak Jadi Lebih Muda

kemampuan berbahasa asing
Foto Ilustrasi : kemampuan berbahasa asing

MEDIAAKSI.COM – Penelitian terbaru yang dipaparkan dalam FENS Forum 2026 mengungkapkan bahwa individu yang menguasai lebih dari satu bahasa memiliki kondisi otak yang secara biologis tampak 13 tahun lebih muda dibandingkan mereka yang hanya menguasai satu bahasa. Temuan ini menyoroti korelasi antara kemampuan multibahasa dengan perlambatan proses penuaan otak pada manusia.

Koneksi sel saraf di dalam otak cenderung melemah seiring bertambahnya usia, yang kemudian berdampak pada penurunan memori dan kecepatan berpikir. Melalui penggunaan teknologi magnetoencephalography dan kecerdasan buatan, para ahli menciptakan jam penuaan otak untuk memetakan pola aktivitas saraf pada kelompok usia yang berbeda.

Studi yang melibatkan 728 partisipan awal dan 144 kelompok pengujian tambahan ini menemukan bahwa semakin banyak bahasa yang dikuasai seseorang, semakin signifikan efek peremajaan otak yang terjadi. Penguasaan empat bahasa tercatat memberikan perbedaan usia biologis otak hingga 13 tahun lebih muda dibandingkan mereka yang monolingual.

Faktor durasi pengalaman berbahasa serta tingkat kemahiran menjadi penentu utama dalam menjaga elastisitas kognitif. Menurut Dr. Lucia Amoruso dari Basque Center on Cognition, Brain and Language pada 22 Agustus 2026, ia menyatakan, “Secara sederhana, orang yang berbicara lebih banyak bahasa cenderung memiliki otak yang terlihat lebih muda dari yang diperkirakan untuk usia kronologis mereka.”

Manfaat Multibahasa Bagi Kognitif

Para peneliti menekankan bahwa efek positif ini tidak hanya bergantung pada jumlah bahasa yang dikuasai, tetapi juga pada kedalaman dan durasi seseorang berinteraksi dengan bahasa tersebut. Pembelajaran bahasa yang dimulai sejak usia dini dan dipraktikkan secara intensif terbukti memberikan kontribusi lebih kuat dalam menunda penurunan fungsi saraf.

Menanggapi temuan tersebut, Profesor Christina Dalla dari National and Kapodistrian University of Athens menyampaikan pada 22 Agustus 2026, “Studi ini menunjukkan bahwa mempelajari bahasa kedua, ketiga, atau keempat dapat membantu otak kita tetap muda lebih lama, dan semakin awal kita memulainya, semakin baik.”

Meskipun hasil penelitian ini menunjukkan potensi besar dalam menjaga kesehatan mental, para ahli tetap mengingatkan bahwa gaya hidup, keterlibatan sosial, dan kesehatan fisik secara menyeluruh tetap memainkan peran krusial. Ke depannya, tim peneliti berencana untuk mengeksplorasi apakah pola serupa juga dapat ditemukan pada individu dengan kondisi neurodegeneratif seperti penyakit Alzheimer.

Pos terkait