MEDIAAKSI.COM – Melimpahnya hasil panen belum tentu memberikan nilai ekonomi yang optimal apabila belum diimbangi dengan inovasi pengolahan. Kondisi tersebut menjadi perhatian mahasiswa Program Studi D-IV Manajemen Perhotelan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (UNAIR) yang memperkenalkan Sukun Bites, sebuah inovasi olahan berbahan dasar sukun, kepada masyarakat Kampung Adat Segunung, Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, pada 12 Juli 2026 melalui Program Bina Komunitas (BINKOM) bertajuk TOURISMATRIX.
Kegiatan yang dilaksanakan di Pendopo Kampung Adat Segunung ini diikuti oleh ibu rumah tangga dan pelaku UMKM setempat. Melalui demonstrasi dan praktik secara langsung, peserta diajak mengenal proses pengolahan sukun menjadi produk yang lebih modern sekaligus memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan olahan konvensional.
Sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat, kegiatan ini turut mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui transfer pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan produk pangan lokal bernilai tambah, serta SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui pemanfaatan potensi desa untuk mendukung pengembangan desa wisata yang berkelanjutan.
Sebelum memperkenalkan produk, mahasiswa terlebih dahulu melakukan identifikasi terhadap potensi pangan lokal yang tersedia di Kampung Adat Segunung. Dari hasil observasi dan diskusi bersama masyarakat, sukun dipilih sebagai bahan baku utama karena ketersediaannya yang melimpah, tetapi selama ini lebih banyak dikonsumsi dalam bentuk sederhana, seperti digoreng atau direbus.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan Sukun Bites, yaitu camilan berbahan dasar sukun dengan tekstur lembut di bagian dalam dan renyah di bagian luar. Produk ini dikembangkan sebagai alternatif olahan yang lebih menarik dengan berbagai pilihan isian maupun topping, seperti cokelat, keju, dan aneka glaze, sehingga dapat menjangkau lebih banyak segmen konsumen.
Selama demonstrasi berlangsung, peserta mengikuti setiap tahapan pembuatan, mulai dari pengolahan bahan, pembentukan adonan, proses penggorengan, hingga teknik penyajian. Mahasiswa juga berdiskusi bersama peserta mengenai peluang pengemasan, penentuan harga, dan strategi pemasaran agar produk memiliki daya saing serta dapat dikembangkan menjadi salah satu produk unggulan UMKM Kampung Adat Segunung.
Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka selama sesi praktik dan diskusi. Tidak sedikit peserta yang menyampaikan berbagai ide pengembangan rasa maupun bentuk penyajian sehingga Sukun Bites dapat disesuaikan dengan selera pasar sekaligus menjadi alternatif oleh-oleh khas bagi wisatawan yang berkunjung ke Kampung Adat Segunung.
Melalui inovasi ini, mahasiswa berharap masyarakat semakin terdorong untuk mengembangkan potensi pangan lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Kehadiran Sukun Bites diharapkan tidak hanya memperluas pilihan produk UMKM, tetapi juga memperkuat identitas Kampung Adat Segunung sebagai desa wisata yang mampu menghadirkan olahan khas berbasis sumber daya lokal.






