MEDIAAKSI.COM – Mahasiswa MMD BIMA Universitas Brawijaya di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapang (DPL), Renanda Baghaz D. S. P., S.Pi., M.P. M.Sc., dan Asyifa Anandya, S.Pi., M.Sc., melaksanakan program kerja OLELE (Otak-Otak Lele Lezat): Pengembangan Olahan Otak-Otak Lele sebagai Peluang Usaha Desa Sidorejo sebagai upaya meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah pada Senin (20/7/2026).
Program ini dilatarbelakangi oleh potensi budidaya ikan lele di Desa Sidorejo yang cukup melimpah, namun pemanfaatannya masih didominasi dalam bentuk konsumsi segar. Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan pada inovasi pengolahan ikan lele menjadi otak-otak yang memiliki cita rasa menarik, mudah dibuat, dan berpotensi dikembangkan sebagai produk olahan rumah tangga.
Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode demonstrasi, yaitu metode pembelajaran yang menitikberatkan pada penyampaian materi melalui praktik langsung. Metode tersebut dipilih agar peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga memahami setiap tahapan pembuatan otak-otak lele melalui pengamatan dan praktik bersama. Tim mahasiswa memperagakan proses pengolahan mulai dari pemilihan ikan lele segar, pembersihan bahan baku, pemisahan daging dari tulang, penghalusan daging, pencampuran adonan dengan tepung dan bumbu, hingga tahap penggorengan. Peserta kemudian mempraktikkan seluruh tahapan tersebut dengan pendampingan mahasiswa MMD BIMA.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan oleh pembawa acara. Sambutan disampaikan oleh koordinator desa sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program. Penyampaian materi mengenai diversifikasi hasil perikanan dan pentingnya penerapan sanitasi dalam pengolahan pangan menjadi sesi berikutnya sebelum demonstrasi pembuatan otak-otak lele. Sesi praktik berlangsung secara interaktif dengan melibatkan seluruh peserta dalam setiap tahapan pengolahan. Kegiatan diakhiri dengan diskusi, tanya jawab, evaluasi hasil praktik, serta penutupan.
“Program OLELE kami rancang sebagai bentuk pemanfaatan potensi perikanan yang dimiliki Desa Sidorejo. Harapan kami, masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan baru dalam mengolah ikan lele, tetapi juga memiliki wawasan bahwa komoditas lokal dapat diolah menjadi produk yang lebih bernilai dan menarik untuk dikembangkan,” ujar Reida Yunika Saputri selaku penanggung jawab program kerja OLELE.
Antusiasme peserta terlihat selama pelaksanaan kegiatan. Peserta aktif mengikuti demonstrasi, mengajukan pertanyaan, serta mencoba secara langsung setiap tahapan pembuatan otak-otak lele. Suasana pelatihan berlangsung komunikatif sehingga proses transfer pengetahuan dapat berjalan dengan baik. Meskipun terdapat keterbatasan jumlah peralatan yang mengharuskan peserta menggunakan alat secara bergantian, seluruh rangkaian kegiatan tetap dapat terlaksana hingga selesai berkat kerja sama antara mahasiswa, pemerintah desa, dan peserta pelatihan.
Salah satu perwakilan Ibu PKK Desa Sidorejo, Yuli memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program tersebut. “Pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengalaman baru kepada kami dalam mengolah ikan lele menjadi produk yang berbeda dari biasanya. Penjelasan yang diberikan mudah dipahami dan praktik langsung membuat kami lebih percaya diri untuk mencoba kembali di rumah,” ungkapnya.
Pelaksanaan program OLELE (Otak-Otak Lele Lezat) menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN BIMA dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan keterampilan masyarakat Desa Sidorejo dalam mengolah hasil perikanan serta mendorong munculnya inovasi pangan berbasis sumber daya lokal yang berkelanjutan.
-
Nama : Reida Yunika Saputri
Instansi : Universitas Brawijaya






