MEDIAAKSI.COM – Keamanan akun digital di tengah meningkatnya ancaman kejahatan siber saat ini sangat bergantung pada pemilihan kata sandi yang digunakan oleh pengguna. National Institute of Standards and Technology (NIST) menekankan bahwa panjang karakter jauh lebih efektif daripada sekadar menambahkan simbol rumit untuk memperkuat pertahanan akun, Selasa (16/6/2026).
Banyak orang selama ini terjebak pada aturan lama yang mewajibkan kombinasi angka, simbol, serta huruf besar dan kecil. Padahal, pola seperti itu sering kali menghasilkan kata sandi yang justru mudah ditebak oleh sistem peretas.
Alih-alih menggunakan kata sandi pendek yang kompleks, para pakar siber kini merekomendasikan penggunaan passphrase. Passphrase merupakan rangkaian kata acak yang disusun menjadi kalimat unik, sehingga lebih sulit dipecahkan oleh metode serangan brute force.
Selain itu, pengguna diingatkan untuk tidak menggunakan informasi pribadi yang bersifat publik seperti tanggal lahir atau nama hewan peliharaan. Langkah ini penting guna menghindari serangan rekayasa sosial atau social engineering yang kerap dilakukan peretas untuk membobol akses akun.
Keunggulan Menggunakan Passphrase
Penggunaan passphrase dianggap jauh lebih efisien karena mudah diingat oleh pengguna namun sangat sulit ditembus oleh mesin peretas. Berikut adalah beberapa prinsip utama dalam menjaga keamanan akun Anda:
- Gunakan rangkaian kata acak yang membentuk kalimat unik agar sulit ditebak.
- Pastikan setiap layanan atau akun memiliki password yang berbeda untuk mencegah risiko credential stuffing.
- Hindari penggunaan identitas pribadi yang dapat ditemukan dengan mudah di media sosial.
- Aktifkan fitur verifikasi dua langkah sebagai lapisan keamanan tambahan.
Penerapan metode ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pengguna dalam mengelola keamanan data pribadi mereka di internet. Dengan kata sandi yang lebih panjang dan unik, risiko pembobolan data oleh pihak tidak bertanggung jawab dapat diminimalisir secara signifikan.







