MEDIAAKSI.COM – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, mengumumkan rencana peningkatan anggaran riset nasional hingga 50 persen. Pengumuman ini disampaikan pasca pertemuan dengan sekitar 1.200 guru besar, rektor, dan dekan di Kompleks Istana Kepresidenan.
Kepala BRIN menyatakan komitmen tersebut disambut gembira oleh para akademisi, yang berharap peningkatan dana riset dapat mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. “Beliau punya komitmen dan tadi sudah menyampaikan dan ini disambut gembira oleh para guru besar bahwa jumlah yang akan ditingkatkan sekitar 50 persen dari dana yang sekarang ini,” ujar Arif Satria.
Arif menyoroti bahwa perhatian besar diberikan kepada penguatan sektor riset, mengingat alokasi dana riset Indonesia saat ini baru mencapai sekitar 0,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini dinilai masih sangat rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lain.
“Ini jumlah yang sangat jauh dibandingkan dengan negara-negara lain,” kata Arif.
Dampak Peningkatan Dana Riset
Peningkatan anggaran riset diharapkan dapat memberikan dukungan signifikan bagi berbagai program strategis nasional. Tiga area utama yang menjadi fokus adalah peningkatan pertumbuhan ekonomi, upaya pengentasan kemiskinan, serta penciptaan lapangan kerja baru.
Selain itu, BRIN juga tengah berfokus pada penguatan riset di sektor-sektor kunci seperti industri tekstil, alas kaki, dan industri strategis lainnya, termasuk sektor dirgantara. Sebagai contoh nyata, pengembangan pesawat N219 hasil kolaborasi antara BRIN dan PT Dirgantara Indonesia terus digalakkan. Arif Satria optimis bahwa riset pesawat amfibi ini dapat rampung pada akhir tahun 2026 atau awal 2027.
“Moga-moga awal 2027 atau akhir 2026 sudah bisa selesai risetnya, kemudian kita bisa menghasilkan pesawat Amfibi,” tutup Arif.







