Affiliate Marketing sebagai Pekerjaan Sampingan di Masa Sekarang

Ilustrasi Affiliate Marketing

MEDIAAKSI.COM –  Di tengah ekonomi yang bergerak seperti angin panas kadang tenang, kadang berputar tiba-tiba banyak masyarakat mencari cara menambah penghasilan tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama. Salah satu jalur yang kini semakin populer adalah affiliate marketing, sebuah sistem pemasaran berbasis komisi yang memungkinkan siapa saja memperoleh pendapatan dari setiap transaksi yang terjadi melalui tautan rekomendasi mereka.

Di Indonesia, model ini bukan lagi sekadar “trend digital”, tetapi sudah menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif. Data dari sejumlah platform e-commerce besar menunjukkan peningkatan signifikan partisipasi affiliate sejak 2023 hingga 2025. Tokopedia, Shopee, dan TikTok Shop melaporkan bahwa ribuan pengguna baru bergabung setiap bulan, sebagian besar sebagai pekerja kantoran, mahasiswa, hingga ibu rumah tangga yang mengincar pemasukan tambahan.

Salah satu alasan affiliate marketing tumbuh pesat adalah karena model ini tidak menuntut modal besar. Pelaku tidak perlu menyimpan stok barang, memikirkan gudang, atau mengurus pengiriman. Tugasnya sederhana: membuat konten yang meyakinkan, membagikan tautan afiliasi, kemudian menunggu komisi ketika ada pembelian. Potensi pendapatannya memang bervariasi, namun banyak pelaku memperoleh tambahan ratusan ribu hingga jutaan rupiah per bulan bergantung pada konsistensi dan kualitas konten yang mereka buat.

Bacaan Lainnya

Di media sosial, terutama TikTok dan Instagram, affiliate marketing bahkan telah melahirkan berbagai gaya baru dalam berjualan. Video singkat 15–30 detik, ulasan jujur barang murah, sampai rekomendasi kebutuhan rumah tangga menjadi bahan utama konten yang memicu penjualan. Platform digital pun mendukung ekosistem ini dengan algoritma yang mendorong konten rekomendasi agar lebih mudah ditemukan. Akibatnya, banyak produk viral yang sebenarnya “tidak direncanakan”, tetapi meledak karena konten afiliator yang kreatif.

Meski menawarkan peluang, pekerjaan sampingan ini tetap punya tantangan. Tingginya kompetisi membuat para afiliator harus pintar membangun kepercayaan. Konsumen kini semakin kritis: mereka mencari ulasan asli, bukan promosi semata. Selain itu, komisi yang berubah-ubah mengikuti kebijakan platform membuat pendapatan tidak selalu stabil. Konten pun harus diproduksi terus-menerus, sehingga menuntut konsistensi waktu.

Namun secara keseluruhan, affiliate marketing terbukti menjadi salah satu pilihan pekerjaan sampingan yang paling realistis di masa sekarang. Ia memungkinkan pekerja tetap fokus pada pekerjaan utama sementara tetap membuka pintu penghasilan tambahan. Selama platform digital terus berkembang dan masyarakat semakin terbiasa berbelanja online, peluang para afiliator diperkirakan akan tetap terbuka lebar.

Mengapa sekarang ramai? Pertumbuhan e-commerce dan pergeseran kebiasaan belanja ke ranah daring membuat peran pihak ketiga (affiliate) semakin berharga brand mau bayar komisi bila ada hasil nyata. Laporan dan kajian akademis lokal menunjukkan affiliate marketing tumbuh sebagai bagian strategi pemasaran digital perusahaan e-commerce di Indonesia sejak beberapa tahun terakhir, didorong oleh platform yang membuka program afiliasi dan naiknya literasi digital pengguna. Kondisi ini memberi ruang bagi individu untuk ikut “memanen” arus belanja daring tanpa harus menyimpan stok barang.

Bagaimana cara mulai? Langkah praktisnya sederhana: pilih program afiliasi, daftar, ambil tautan afiliasi atau kode, lalu promosikan lewat kanal Anda misalnya TikTok, Instagram, YouTube, blog, atau WhatsApp. Di Indonesia, program seperti Tokopedia Affiliate dan program serupa di marketplace lain cukup populer karena pendaftarannya mudah dan tidak selalu mensyaratkan jumlah pengikut besar cocok untuk pemula yang ingin coba sambil belajar. Namun tiap platform punya aturan teknis yang perlu dipahami.

Berapa penghasilannya? Ini bagian yang paling sering ditanya: variatif. Beberapa affiliate pemula mendapat Rp100–Rp1.000.000 per bulan sebagai penghasilan tambahan, sementara affiliate yang sudah profesional, punya audiens besar atau niche spesifik, dapat menghasilkan jauh lebih banyak tergantung traffic, konversi, dan nilai komisi produk. Perlu diingat: banyak affiliate mengandalkan beberapa produk/niche sekaligus dan menggabungkan beberapa kanal promosi untuk mencapai pendapatan stabil. Klaim “cepat kaya” harus dicurigai; yang realistis adalah: kerja konsisten dan penguasaan kanal akan meningkatkan peluang. Sumber laporan industri dan analisis pasar memperlihatkan pasar affiliate global juga bertumbuh, menunjukkan ada ruang kesempatan tapi tidak tanpa kompetisi.

Affiliate marketing hari ini wajar dipandang sebagai pekerjaan sampingan yang realistis bukan jalan pintas instan, melainkan peluang yang perlu strategi, konsistensi, dan kepatuhan administratif. Bagi banyak orang, ini langkah masuk ke dunia wirausaha digital: belajar membuat konten yang menjual, memahami pasar, serta mengelola keuangan dan pajak. Bekerja sambil belajar itulah pendekatan yang paling realistis untuk memasuki ekosistem ini.


Penulis : Nindya Azzahra, Mahasiswa Magister Ilmu Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sumatera Utara. Dengan dosen pengampu Dr. Muhammad Dharma Tuah Putra Nasution SE., M.M.

Pos terkait