Mahasiswa UNNES GIAT 16 Dorong Masyarakat Desa Pesantren Manfaatkan Peluang sebagai Seller dan Affiliator

MEDIAAKSI.COM – Perkembangan teknologi digital tidak hanya mengubah cara masyarakat berkomunikasi, tetapi juga membuka peluang baru untuk berwirausaha. Melihat potensi tersebut, mahasiswa UNNES GIAT 16 Desa Pesantren, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, mengajak masyarakat untuk memanfaatkan platform digital sebagai sarana mengembangkan usaha melalui kegiatan sosialisasi strategi menjadi seller dan affiliator.

Kegiatan bertajuk “Sukses Jadi Seller & Affiliator: Kupas Tuntas Strategi Menjadi Seller dan Affiliator yang Lebih Produktif di Era Digital” tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 25 Juli 2026. Kegiatan diselenggarakan di Balai Desa Pesantren dan platform Zoom meetings, sehingga masyarakat dapat mengikuti sosialisasi baik secara langsung maupun daring. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN yang berfokus pada pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengembangan potensi ekonomi masyarakat. Melalui sosialisasi tersebut, peserta diperkenalkan pada peluang memperoleh penghasilan melalui aktivitas penjualan dan promosi produk di berbagai platform digital.

Perkembangan marketplace dan media sosial saat ini memungkinkan masyarakat memulai aktivitas perdagangan tanpa harus memiliki toko fisik. Dengan memanfaatkan perangkat sederhana seperti telepon pintar, masyarakat dapat memasarkan produk, membangun toko daring, hingga mempromosikan produk milik orang lain melalui sistem affiliate marketing. Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada sejumlah platform digital yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan aktivitas perdagangan, di antaranya Shopee dan TikTok Shop. Selain mengenalkan fitur dan peluang yang tersedia, pemateri juga menjelaskan karakteristik masing-masing platform serta strategi yang dapat diterapkan agar aktivitas penjualan dan promosi dapat berjalan lebih optimal.

Kegiatan Sosialisasi ini menghadirkan Siti Rohman, Konsultan Marketplace dan Certified TikTok Shop by Tokopedia dari SkilSkul Academy, sebagai narasumber. Materi yang disampaikan tidak hanya berfokus pada cara menjadi seller dan affiliator, tetapi juga membahas berbagai strategi yang diperlukan untuk membangun aktivitas perdagangan digital secara berkelanjutan. Peserta diajak memahami tahapan dasar dalam memulai bisnis digital, mulai dari menentukan produk dan target pasar, membangun toko, melakukan promosi, hingga membuat konten yang mampu menarik perhatian calon konsumen. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya konsistensi, kreativitas, serta kemampuan membaca karakteristik platform dan perilaku audiens.

“Untuk memulai di dunia digital, kita tidak harus langsung memiliki bisnis yang besar. Yang penting adalah berani memulai, memahami produk dan target pasar, kemudian konsisten membuat konten serta membangun kepercayaan dengan konsumen,” ujar Siti Rohman.

Menurutnya, keberhasilan dalam perdagangan digital tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya produk yang dijual. Kemampuan memahami kebutuhan konsumen dan menyajikan konten yang relevan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan sekaligus meningkatkan daya tarik produk. Karena itu, peserta juga diperkenalkan dengan konsep niche, yaitu menentukan tema atau fokus utama sebuah akun agar lebih mudah membangun identitas dan menjangkau target audiens tertentu. Konten yang dibuat juga perlu memperhatikan aspek informatif, jujur, unik, dan konsisten agar mampu membangun hubungan dengan calon konsumen.

Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta mengikuti materi dan memperoleh kesempatan untuk memahami lebih jauh mengenai cara memanfaatkan media sosial dan marketplace sebagai ruang untuk mengembangkan aktivitas ekonomi. Pemanfaatan digital marketing, marketplace, dan affiliate marketing dinilai dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat Desa Pesantren untuk memperluas jangkauan pemasaran produk. Tidak hanya menjangkau konsumen di sekitar desa, pemasaran melalui platform digital juga memungkinkan produk lokal diperkenalkan kepada pasar yang lebih luas. Bagi masyarakat yang telah memiliki usaha, pemanfaatan platform digital dapat menjadi sarana untuk memperkuat pemasaran dan meningkatkan jangkauan konsumen. Sementara itu, bagi masyarakat yang belum memiliki produk sendiri, sistem affiliate marketing dapat menjadi alternatif untuk memperoleh penghasilan dengan mempromosikan produk dari pihak lain.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UNNES GIAT 16 berharap masyarakat Desa Pesantren semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan memiliki keberanian untuk memanfaatkan peluang ekonomi di ruang digital. Pengetahuan mengenai strategi menjadi seller dan affiliator diharapkan dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk memulai maupun mengembangkan aktivitas ekonomi sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu melihat bahwa ruang digital dapat dimanfaatkan secara produktif. Harapannya, masyarakat Desa Pesantren dapat mengembangkan potensi yang dimiliki melalui kreativitas dan pemanfaatan teknologi digital,” ujar Angel, selaku penanggung jawab kegiatan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif masyarakat Desa Pesantren. Dengan memadukan kreativitas, strategi pemasaran, dan pemanfaatan teknologi digital, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi konsumen di era digital, tetapi juga mampu menjadi pelaku ekonomi yang aktif dan produktif.

  • Indah Hayu, Jurusan Ilmu Lingkungan FMIPA, Universitas Negeri Semarang

Pos terkait