Kopi Nusantara ke Panggung Dunia Lewat Kolaborasi Grab dan Coffeenatics

Harris Hartanto Tan, Executive Director dan Co-Founder Coffeenatics dan Norita Chai, Co-Founder dan COO Coffeenatics menampilkan sajian kopi nusantara di booth Coffeenatics, Paviliun Indonesia, World Economic Forum (WEF) 2026 Davos, Swiss (21/1).(Dok. Grab Indonesia)

MEDIAAKSI.COM – Grab membawa UMKM kopi artisan asal Medan, Coffeenatics, tampil di panggung global World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss. Keikutsertaan ini menjadi bukti potensi UMKM lokal untuk bersaing di pasar internasional dan sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong ekonomi digital yang inklusif.

Partisipasi Coffeenatics di WEF Davos 2026 merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Grab dalam mempromosikan kekayaan produk Indonesia ke kancah dunia. Inisiatif ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat perlindungan sosial dan mendukung ekonomi digital yang inklusif. Grab telah menegaskan dukungannya melalui peluncuran program “Grab untuk Indonesia” dengan nilai investasi Rp100 miliar, yang mencakup perlindungan sosial, apresiasi bagi mitra berprestasi, dan pengembangan kapasitas melalui GrabAcademy.

Coffeenatics, sebagai UMKM kopi artisan yang berbasis di Medan dan Jakarta, dikenal luas karena kualitas produknya yang merefleksikan kekayaan cita rasa kopi Indonesia. Perusahaan ini telah merambah pasar internasional, termasuk Singapura, dan mempekerjakan lebih dari 80 orang. Sejak didirikan pada tahun 2015, Coffeenatics tidak hanya berfokus pada kualitas produk, tetapi juga membangun kemitraan yang kuat dengan para petani lokal di Sumatera dan Bali. Mereka juga aktif terlibat dalam program komunitas, termasuk pelatihan dan edukasi seputar kopi, guna menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan dan merata.

Bacaan Lainnya

UMKM Naik Kelas di Panggung Global

Harris Hartanto Tan, Executive Director dan Co-Founder Coffeenatics, menekankan pentingnya partisipasi di Davos sebagai pengalaman yang membuka wawasan baru bagi UMKM. “Partisipasi di Davos membuka kesempatan bagi kami untuk belajar langsung tentang pasar global, membangun jejaring, dan memahami standar internasional yang relevan dengan industri kopi. Dukungan Grab membantu kami menjangkau lebih banyak pelanggan melalui ekosistem digital dan memperkuat kesiapan usaha untuk terus bertumbuh,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pertumbuhan bagi Coffeenatics bukan hanya tentang ekspansi bisnis, tetapi juga tentang dampak positif yang dihasilkan. “Bagi kami, pertumbuhan tidak hanya soal ekspansi, tetapi juga dampak yang diberikan, termasuk ketika anggota tim kami yang awalnya tidak memiliki latar belakang kopi kini berhasil menjadi juara regional dan mengubah kehidupan keluarganya. Dari situ kami belajar bahwa Coffeenatics bukan hanya tentang kopi, tetapi tentang mimpi dan perubahan hidup,” imbuh Harris.

Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menyatakan bahwa UMKM memegang peranan sentral dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. “Partisipasi Grab Indonesia di World Economic Forum 2026 menegaskan pentingnya peran teknologi dan kemitraan dalam mendorong ekonomi digital yang berkelanjutan, sekaligus membawa pengalaman nyata UMKM Indonesia ke dalam percakapan global,” ujar Neneng.

“Tantangannya adalah memastikan pertumbuhan ekonomi digital tidak hanya berbicara soal skala, tetapi juga kualitas kemitraan dan keberlanjutan penghidupan para pelaku usahanya. Melalui forum ini, kami ingin menunjukkan bagaimana ekonomi digital berbasis kemitraan dapat tumbuh secara inklusif, dengan UMKM sebagai bagian utama dari ekosistem,” tambah Neneng.

Melalui pemanfaatan teknologi digital, Grab Indonesia terus berupaya memperluas peluang ekonomi dan memperkuat peran UMKM sebagai motor penggerak pertumbuhan. Selain menghadirkan Coffeenatics di Paviliun Indonesia, Grab juga berpartisipasi aktif dalam forum WEF Davos 2026 melalui sesi diskusi panel. Neneng Goenadi turut menjadi pembicara yang membahas peran teknologi dalam ekonomi digital dan menegaskan komitmen Grab dalam memastikan keamanan dan keselamatan pengguna dalam ekosistemnya.

“Di Indonesia, ekonomi digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Pertumbuhan yang inklusif hanya dapat terwujud melalui infrastruktur yang kuat dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Dengan fondasi tersebut, Grab berkomitmen memberdayakan UMKM melalui akses permodalan, pemanfaatan teknologi, dan edukasi digital berbasis AI agar mereka dapat tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.

Upaya mendorong ekonomi yang menyeluruh menuntut pendekatan yang konsisten dan kolaboratif di seluruh ekosistem. Perubahan ekonomi dimulai dari pelaku usaha di tingkat akar rumput dan diperkuat melalui sinergi berkelanjutan antara pelaku usaha, platform digital, dan pemangku kepentingan lainnya.

Dengan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, serta mitra ekosistem lainnya, Grab berupaya menerjemahkan komitmen terhadap ekonomi inklusif ini ke dalam program-program nyata yang berdampak langsung bagi UMKM di berbagai daerah. Komitmen Grab untuk pertumbuhan UMKM Indonesia juga turut dibuktikan melalui program Kota Masa Depan (Kolaborasi Nyata Untuk Masa Depan), yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan daya saing dari para pelaku UMKM di kota-kota kecil melalui pemanfaatan teknologi dan akselerasi digital.

Hingga kini, tercatat lebih dari 200.000 UMKM telah terdigitalisasi di ekosistem Grab. Secara lebih luas, sejak 2018 digitalisasi dalam ekosistem Grab turut berkontribusi menciptakan setidaknya 4,6 juta lapangan kerja di Indonesia.

 

Pos terkait