MEDIAAKSI.COM – Para peneliti berhasil mencapai kecepatan transfer data luar biasa 430 Terabit per detik menggunakan kabel serat optik standar yang ada saat ini. Capaian ini memungkinkan unduhan konten berukuran besar dalam hitungan milidetik dan membuka potensi penelitian untuk jaringan nirkabel generasi mendatang seperti 7G.
Demonstrasi kecepatan ini melampaui rekor sebelumnya yang dicapai oleh tim yang sama, yaitu 402Tbps. Yang menarik, pencapaian terbaru ini tidak memerlukan kabel serat optik khusus, melainkan memanfaatkan infrastruktur serat optik mode tunggal yang sudah banyak terpasang di seluruh dunia.
Para ilmuwan dari National Institute of Information and Communications Technology (NICT) Jepang, bekerja sama dengan peneliti di Aston University Inggris, melaporkan hasil studi mereka pada konferensi European Conference on Optical Communication ke-51 di Denmark. Temuan ini menunjukkan bahwa kabel serat optik yang memenuhi standar saat ini memiliki kapasitas jauh lebih besar dari yang diantisipasi.
Pendekatan inovatif ini berfokus pada peningkatan efisiensi spektral dan peningkatan throughput data dengan penggunaan bandwidth total yang hampir 20% lebih sedikit. Dengan mengeksploitasi panjang gelombang di bawah batas potong tradisional, tim peneliti berhasil mengirimkan data melalui beberapa mode secara bersamaan, sembari tetap kompatibel dengan sistem yang ada.
Potensi Infrastruktur Serat Optik
Metode ini memungkinkan perluasan kapasitas serat optik standar melebihi batas desain aslinya. Berbeda dengan upaya sebelumnya yang lebih mengandalkan penambahan spektrum, penelitian ini menekankan pada ekstraksi data lebih banyak dari medium fisik yang sama. Infrastruktur serat optik global yang membentang miliaran kilometer kini terindikasi memiliki kapasitas tersembunyi yang signifikan.
Metode yang digunakan melibatkan transmisi tiga mode pada pita O-band, sementara mode fundamental beroperasi pada pita ESCL. Hasil percobaan ini, meskipun dilakukan dalam kondisi terkontrol, secara kolektif menyarankan bahwa infrastruktur serat optik yang ada masih memiliki potensi kapasitas yang belum tergarap.
Relevansi temuan ini terhadap penelitian nirkabel masa depan, termasuk diskusi seputar 7G, bersifat tidak langsung namun eksploratif. Penerjemahan keberhasilan laboratorium ini ke dalam jaringan yang tangguh dan ekonomis akan bergantung pada berbagai faktor di luar kecepatan transfer mentah.







