Fenomena Carier Minimalism Kini Ngetren di Kalangan Milenial dan Gen Z

Ilustrasi tenaga kerja

MEDIAAKSI.COM –  Fenomena baru dalam dunia karier, yaitu career minimalism, mulai menjadi perhatian banyak pekerja menjelang tahun 2026. Tren ini menandakan pergeseran signifikan dari pengejaran jabatan tinggi dan prestise korporat menjadi prioritas pada keseimbangan hidup yang lebih baik.

Alih-alih terpaku pada hierarki perusahaan, pekerja masa kini lebih mengutamakan stabilitas tanpa mengorbankan kehidupan pribadi dan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan di luar kantor. Pendekatan yang awalnya dipopulerkan oleh Generasi Z ini kini turut diadopsi oleh generasi yang lebih senior, termasuk Milenial, Generasi X, hingga Baby Boomers, sebagai respons terhadap ketidakstabilan jalur karier, beban kerja yang kian berat, serta perubahan lanskap ekonomi.

Mengapa Karir Minimalis Jadi Pilihan

Berbagai faktor mendorong meluasnya fenomena career minimalism di kalangan profesional. Salah satu alasan utama adalah keraguan terhadap jalur karier tradisional yang diyakini tidak lagi memberikan jaminan promosi dan keamanan jangka panjang sepadan dengan upaya yang telah dicurahkan. Banyak pekerja merasa tanggung jawab mereka meningkat tanpa adanya imbalan yang setara, sehingga mengurangi tingkat keterlibatan dan rasa dihargai.

Bacaan Lainnya

Daniel Zhao, Kepala Ekonom Glassdoor, sebagaimana dikutip dari Forbes, menyatakan, “Banyak pekerja merasa mereka tidak diberi penghargaan sesuai tingkat usaha dan performa yang mereka berikan.” Kondisi ini diperparah oleh restrukturisasi yang disebabkan oleh kemajuan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), yang semakin mempertegas ketidakpastian dalam perjalanan karier. Akibatnya, penjelajahan karier konvensional tidak lagi menjadi prioritas utama bagi banyak generasi.

Selain itu, pekerjaan sampingan (side hustle) kini menjelma menjadi sumber kontrol dan kepuasan tersendiri. Generasi Milenial dan Gen X pun turut merasakan kebebasan yang ditawarkan oleh pekerjaan sampingan, memungkinkan mereka untuk mengambil keputusan secara mandiri, mendapatkan penghasilan langsung, serta menyalurkan minat pribadi yang mungkin tidak terakomodasi dalam pekerjaan utama. Akses mudah melalui platform digital dan alat berbasis AI semakin mempercepat tren ini. Dalam konteks ekonomi yang tidak stabil, side hustle juga berfungsi sebagai strategi keamanan finansial.

Fenomena burnout juga berperan besar dalam mengubah cara pandang orang terhadap karier. Tingkat kelelahan dan stres yang tinggi akibat tuntutan pekerjaan membuat banyak individu mencari alternatif yang lebih berkelanjutan dan memprioritaskan kesehatan mental serta kesejahteraan diri secara keseluruhan.

 

Pos terkait