Kemdiktisaintek : Minat Sains Generasi Muda Indonesia Kian Menurun

Ilustrasi

MEDIAAKSI.COM –  Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyoroti rendahnya minat generasi muda Indonesia terhadap bidang sains, sebuah kondisi yang tercermin dari data pemilihan jurusan kuliah di mana hanya sebagian kecil yang memilih sains dan kedokteran. Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah melalui acara Saintek Media Bootcamp menggandeng media massa sebagai mitra strategis untuk menjembatani ilmuwan dengan masyarakat luas.

Kekhawatiran mengenai masa depan sains di Indonesia bukan tanpa alasan. Data menunjukkan adanya ketimpangan besar dalam pilihan pendidikan tinggi yang diambil oleh generasi muda saat ini. Hal ini diungkapkan secara langsung oleh Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Yudi Darma.

Dalam acara “Saintek Media Bootcamp: Memperkuat Literasi Sains Lewat Jurnalisme” pada Jumat (31/10/2025), Yudi memaparkan data yang menjadi cerminan kondisi tersebut. “54 persen mahasiswa kita mengambil jurusan sosial dan humaniora. Paling sedikit di bagian sains yaitu kedokteran dan sains. Jadi ini gambaran minat generasi muda terhadap sains masih rendah,” ungkapnya.

Angka ini menjadi sinyal serius bahwa bidang-bidang yang menjadi tulang punggung inovasi dan kemajuan teknologi masih belum menjadi pilihan utama bagi para calon mahasiswa. Menurut Yudi, kondisi ini perlu segera diatasi jika Indonesia ingin bertransformasi menjadi bangsa yang maju dan berdaya saing global, sejalan dengan arahan Presiden dan Menteri.

“Pak Presiden dan Pak Menteri juga sering menyampaikan bahwa jika kita ingin maju kita harus meningkatkan literasi sains dan teknologi,” pungkas Yudi.

Menyadari urgensi tersebut, Kemdiktisaintek tidak tinggal diam. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan memperkuat kolaborasi bersama media massa. Yudi menegaskan bahwa media memiliki peran krusial sebagai penghubung antara dunia sains yang kompleks dengan pemahaman masyarakat awam.

“Pada prinsipnya kita ingin berkumpul untuk menguatkan bagaimana kita menjembatani saintis ke masyarakat melalui pemberitaan sains supaya mudah dicerna, dipahami dan menarik bagi masyarakat,” jelasnya.

Lebih dari sekadar menyampaikan informasi, pemerintah berharap media dapat membantu mengubah paradigma masyarakat. Tujuannya adalah untuk menggeser posisi masyarakat dari sekadar pengguna pasif menjadi kontributor aktif dalam perkembangan sains dan teknologi di tanah air.

“Kita ingin mengubah perilaku dan budaya, tadinya pemakai dan penikmat sains dan teknologi, tapi kita ingin ajak masyarakat untuk ikut berkontribusi terhadap perkembangan sains dan teknologi. Itu tidak dapat terwujud jika minat masyarakat terhadap sains dan teknologi masih rendah,” ujar Yudi.

Melalui pemberitaan yang menarik dan inspiratif, diharapkan akan muncul komunitas-komunitas sains baru di tengah masyarakat. Dengan demikian, gerakan untuk membudayakan sains dapat dimulai secara masif dan berkelanjutan. “Kami ingin mengajak untuk memulai gerakan mengubah budaya masyarakat dan harapannya ada komunitas sains baru di masyarakat yang muncul,” tegasnya.

Pos terkait