BEM FEMA IPB dan Humanies Project Dorong Kesadaran Hidup Bersih dan Gizi Seimbang bagi ODGJ

Departemen Sosial dan Pengembangan Masyarakat BEM Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB University bersama Humanies Project menginisiasi kegiatan Sahabat Jiwa dengan fokus tema di hari kedua “Hidup Sehat untuk Jiwa Bahagia.

MEDIAAKSI.COM  – Kesehatan fisik dan mental merupakan dua hal yang saling berkaitan erat. Namun, bagi banyak Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), pemenuhan kebutuhan dasar seperti kebersihan diri dan gizi yang seimbang sering kali terabaikan. Kondisi ini tampak jelas di lingkungan Yayasan Bina Tauhid Darul Miftahuddin, tempat tinggal bagi puluhan pasien ODGJ yang masih berjuang untuk pulih dan menjalani hidup yang lebih layak.

Sebagian besar penghuni yayasan mengalami masalah kesehatan kulit yang cukup serius. Penyebab utamanya adalah kebiasaan jarang mandi dan terbatasnya akses terhadap sarana kebersihan yang memadai. Selain itu, kondisi sanitasi yang belum sepenuhnya baik juga menjadi faktor yang memperburuk keadaan, dengan permukaan kamar mandi yang lembab, air yang tidak selalu bersih, serta minimnya perlengkapan mandi membuat para pasien rentan terhadap berbagai penyakit kulit.

Tak hanya itu, masalah gizi juga menjadi perhatian penting. Keterbatasan dana operasional membuat pihak yayasan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang bagi seluruh penghuni. Pola makan yang seadanya dan kurangnya variasi bahan pangan menyebabkan sebagian pasien mengalami kekurangan nutrisi yang berdampak pada energi dan daya tahan tubuh mereka.

Melihat kondisi tersebut, Departemen Sosial dan Pengembangan Masyarakat BEM Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB University bersama Humanies Project menginisiasi kegiatan Sahabat Jiwa dengan fokus tema di hari kedua “Hidup Sehat untuk Jiwa Bahagia”, Jumat (25/10/2025). Kegiatan ini berfokus pada edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta pentingnya pemenuhan gizi.

Melalui kegiatan ini, peserta ODGJ diajak untuk memahami pentingnya menjaga kebersihan diri melalui penyampaian materi interaktif mengenai PHBS. Tim mahasiswa memberikan edukasi sederhana namun aplikatif tentang pentingnya mandi secara rutin, menyikat gigi, menggunakan sampo, serta menjaga kebersihan tubuh agar terhindar dari kuman dan penyakit kulit.

Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga disertai praktik langsung mencuci tangan dengan benar. Mahasiswa memandu peserta langkah demi langkah, dari membasahi telapak tangan hingga mengeringkan tangan. Pendekatan visual menggunakan poster dan teknik menghafal tahapan mencuci tangan dengan irama lagu membantu teman istimewa memahami konsep kebersihan secara lebih nyata.

“Teh pake lagu gampang hafal mah aku, bakal ada prakteknya kan teh,” ungkap Karina salah satu peserta dengan antusias saat mengikuti sesi praktik cuci tangan.

Selain kebersihan, isu gizi juga menjadi perhatian utama dalam kegiatan kali ini. Melalui materi isi piringku, tim BEM FEMA IPB memperkenalkan pentingnya mengonsumsi makanan dengan komposisi seimbang antara karbohidrat, protein, sayuran, dan buah. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi makan bersama yang menyajikan menu bergizi sesuai prinsip isi piringku, seperti nasi, lauk pauk, sayur, buah, dan air putih.

 

Sahabat Jiwa juga berkolaborasi dengan Puskesmas Nanggung untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan bagi peserta yang mengalami masalah kulit.

 

Kegiatan makan bersama ini bukan sekadar makan, tetapi juga menjadi momen kebersamaan yang hangat. Teman istimewa tampak menikmati makanan dengan gembira sambil berbagi cerita sederhana tentang makanan favorit mereka. Momen sederhana itu mencerminkan rasa syukur dan kebahagiaan yang tulus, memberikan arti bahwa kebersamaan kecil pun bisa menghadirkan kehangatan besar.

” Makasih ya, Kak. Seneng pisan bisa makan nasi, lauk, sayur, sama buah, lengkap banget atuh ini, jadi karasa wareg,” ujar Bapak Asep salah satu peserta dengan senyum polos penuh kehangatan.

Dalam upaya memberikan dampak yang lebih konkret, Sahabat Jiwa juga berkolaborasi dengan Puskesmas Nanggung untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan bagi peserta yang mengalami masalah kulit. Pemeriksaan ini menjadi bentuk nyata dari kepedulian bersama terhadap kesehatan fisik pasien, sekaligus memperkuat pendekatan holistik antara aspek medis dan sosial dalam pemulihan mereka.

Perwakilan tenaga kesehatan dari Puskesmas Nanggung menyampaikan,”Kebersihan sangat berpengaruh bagi kesehatan, oleh karena itu diperlukan sosialisasi mengenai kebersihan bagi teman istimewa. Sosialisasi perlu dilakukan karena mereka kurang sadar dan peduli dengan kebersihan diri mereka sendiri .”

Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana ceria dan penuh empati terasa di setiap interaksi. Para peserta tampak antusias mengikuti arahan mahasiswa, bahkan beberapa di antaranya tampak tersenyum bangga setelah berhasil mempraktekkan cara cuci tangan dengan benar.  Mahasiswa yang terlibat pun merasakan pengalaman berharga dalam berinteraksi dengan teman-teman istimewa yang memiliki cara berpikir dan merespons yang unik.

“Aku dapet pengalaman banget disini, ternyata mereka punya banyak latar belakang yang berbeda dan cara respon mereka juga unik ,” tutur Atari salah satu mahasiswa pendamping dari Himpunan Mahasiswa Ilmu Gizi.

Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa kebersihan dan gizi bukan sekadar kebutuhan fisik, tetapi juga bagian penting dari proses pemulihan jiwa.

“Kita melihat kesehatan bukan hanya soal jiwa, tetapi juga raga. Banyak teman istimewa kita di yayasan yang sering mengalami gatal, infeksi kulit, dan kelelahan karena kebersihan lingkungan yang terbatas. Melalui Sahabat Jiwa, kami ingin hadir bukan hanya sebagai teman berbagi cerita, tetapi juga membawa manfaat nyata untuk kesehatan mereka.” ujar , Ketua Departemen Sosial dan Pengembangan Masyarakat BEM FEMA IPB

Pernyataan ini menggambarkan semangat yang dibawa Sahabat Jiwa bahwa kepedulian terhadap ODGJ tidak hanya sebatas memberi perhatian, tetapi juga menghadirkan ruang belajar, berdaya, dan berbahagia bersama. Dengan tema “Hidup Sehat untuk Jiwa Bahagia,” Sahabat Jiwa menjadi bukti nyata bagaimana empati dan kolaborasi dapat membawa perubahan kecil namun bermakna bagi kehidupan banyak orang.(*)

Pos terkait