Amankan Menggunakan Wi-Fi di Pesawat? Ini Penjelasan Pakar Teknologi

Gambar Gravatar
wifi di pesawat
Ilustrasi menggunakan wifi di pesawat

MEDIAAKSI.COM  – Kemajuan teknologi kini memungkinkan penumpang pesawat untuk tetap terhubung ke internet selama penerbangan melalui fasilitas Wi-Fi. Pertanyaan mendasar yang sering muncul adalah sejauh mana keamanan penggunaan layanan ini, terutama di tengah maraknya ancaman siber di era digital saat ini.

Analis sistem informasi Gregory Gerdts menekankan bahwa menggunakan jaringan Wi-Fi bersama ratusan orang lain di dalam pesawat memiliki potensi risiko. “Anda menggunakan jaringan bersama dengan ratusan orang lain, dan Anda tidak tahu seberapa baik itu tersegmentasi atau dipantau,” ungkap Gerdts, dikutip dari Travel and Leisure. Tingkat keamanan jaringan Wi-Fi publik di darat kerap menjadi tolok ukur, namun Wi-Fi pesawat memiliki dinamika tersendiri yang perlu dipahami.
Berbeda dengan pandangan umum, Profesor Asosiasi Departemen Ilmu Komputer di Stony Brook University, Nick Nikiforakis, berpendapat bahwa Wi-Fi di pesawat justru berpotensi lebih aman dibandingkan rata-rata Wi-Fi publik yang tersebar di darat. Hal ini dikarenakan jumlah pengguna yang relatif lebih sedikit, sehingga secara teori mengurangi potensi peretasan.

Memahami Risiko dan Mitigasi Keamanan

Meskipun berpotensi lebih aman, Nikiforakis tetap mengingatkan pentingnya kewaspadaan. Kemajuan teknologi memungkinkan peretas untuk dengan mudah mencuri informasi pribadi. Oleh karena itu, penumpang harus jeli dalam memastikan konektivitas. “Penumpang harus tetap memastikan mereka terhubung ke Wi-Fi yang benar saat terbang. Menurut teori, ada kemungkinan bahwa orang lain di penerbangan yang sama menyalakan hotspot sendiri dengan maksud ada pengguna lain yang mengaksesnya sehingga mereka dapat terhubung,” jelasnya.

Umumnya, maskapai penerbangan bekerja sama dengan operator telekomunikasi atau pihak ketiga untuk menyediakan layanan Wi-Fi di udara. Perusahaan-perusahaan ini memiliki standar dan kebijakan keamanan data masing-masing yang dirancang untuk melindungi pengguna. Namun, pemahaman mendalam dari penumpang tetap krusial. Luangkan waktu untuk meninjau panduan penggunaan Wi-Fi yang disediakan maskapai. Memahami bagaimana maskapai melindungi data, mencegah risiko peretasan, dan langkah-langkah yang diambil untuk menjamin kenyamanan berinternet adalah bagian penting dari keamanan digital Anda.

Bacaan Lainnya

United Airlines menyatakan komitmen mereka terhadap keamanan pengguna. “Seiring berkembangnya standar industri, termasuk kemajuan dalam enkripsi dan keamanan jaringan, kami menilai dan mengadopsi peningkatan jika sesuai, sambil mempertahankan keamanan dan keandalan sebagai prioritas utama,” demikian pernyataan dari maskapai tersebut mengenai layanan Wi-Fi yang mereka tawarkan.

Sementara itu, Delta Airlines memberikan keleluasaan dengan mengizinkan penggunaan Virtual Private Network (VPN) dan menjalin kemitraan dengan penyedia layanan Wi-Fi. Penggunaan VPN ini dianggap dapat menjadi lapisan perlindungan tambahan untuk data dan identitas penumpang. “Sementara menghubungkan ke Wi-Fi penerbangan kami bersifat opsional dan dirancang dengan perlindungan yang sesuai. Pelanggan didorong untuk menggunakan kebiasaan digital keamanan yang sama seperti ketika mereka terhubung ke jaringan Wi-Fi publik lainnya,” ujar seorang juru bicara Delta.

Untuk memaksimalkan keamanan saat menggunakan Wi-Fi di pesawat, para pakar dan ahli keamanan siber merekomendasikan beberapa langkah pencegahan. Penting untuk menghindari aktivitas yang berisiko tinggi saat terhubung ke jaringan publik, termasuk Wi-Fi pesawat. Aktivitas seperti transaksi perbankan online, memasukkan kata sandi sensitif, atau melakukan pembaruan perangkat lunak sebaiknya ditunda hingga Anda berada di jaringan yang lebih aman.

Penggunaan laptop juga dinilai memiliki risiko lebih tinggi karena seringkali menyimpan lebih banyak data dan dokumen penting yang dapat menjadi target potensial bagi peretas. Oleh karena itu, hindari membuka file kerja yang bersifat rahasia atau sensitif selama penerbangan. Manfaatkan koneksi internet pesawat untuk aktivitas yang lebih ringan, seperti membaca berita, mengirim pesan singkat, atau berkomunikasi via platform chat yang tidak memerlukan data sensitif.

Penggunaan VPN merupakan salah satu strategi efektif untuk melindungi identitas diri dari potensi penyadapan atau peretasan. VPN akan mengenkripsi lalu lintas internet Anda, sehingga menyulitkan pihak ketiga untuk memantau atau mengakses data yang Anda kirimkan.

Selain itu, aktifkan fitur keamanan pada perangkat Anda. Menonaktifkan koneksi otomatis ke jaringan Wi-Fi yang tersedia dapat mencegah perangkat Anda secara tidak sengaja terhubung ke jaringan yang tidak aman atau palsu. Begitu pula dengan fitur berbagi file seperti AirDrop atau Nearby Share, sebaiknya dinonaktifkan untuk mencegah transfer data yang tidak diinginkan ke jaringan yang berpotensi berbahaya.

Terakhir, setelah Anda tiba di tujuan dan tidak lagi memerlukan koneksi Wi-Fi pesawat, sangat disarankan untuk “melupakan” jaringan tersebut dari daftar koneksi tersimpan di perangkat Anda. Hal ini akan mencegah perangkat Anda terhubung kembali secara otomatis ke jaringan Wi-Fi yang sama jika Anda terbang dengan maskapai yang sama di kemudian hari, dan mengurangi risiko terhubung ke jaringan yang tidak aman.

 

Pos terkait