Kemendikdasmen Integrasikan Konsep Green Meeting Dukung Gerakan ASRI

Abdul Mu'ti
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti

MEDIAAKSI.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi mengadopsi prinsip green meeting sebagai bagian dari upaya mendukung gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini mencakup pengurangan signifikan penggunaan air minum kemasan dalam berbagai kegiatan rapat internal di lingkungan kementerian.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa mulai saat ini, Kemendikdasmen tidak lagi menyediakan minuman dalam kemasan plastik pada setiap pertemuan. “Yang lain-lain, yang baru secara penyelenggaraan, kami tidak ada minuman yang di dalam botol plastik. Jadi, kami mulai menyelenggarakan green meeting, tidak ada lagi minuman dalam kemasan plastik. Ini langsung menjawab apa yang menjadi arahan Pak Presiden terkait gerakan ASRI,” ujar Mendikdasmen Mu’ti saat ditemui di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, Selasa (10/2/2026).

Lebih lanjut, ia mengimbau seluruh aparatur sipil negara di Kemendikdasmen untuk membawa botol minum atau tumbler pribadi. Fasilitas dispenser air minum pun telah disediakan di setiap lokasi rapat untuk memfasilitasi praktik ramah lingkungan ini. Upaya ini diharapkan dapat menanamkan budaya sadar lingkungan dan meminimalkan timbulan sampah plastik yang berasal dari kemasan minuman.

Inisiatif ini selaras dengan imbauan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, yang sebelumnya mengajak satuan pendidikan untuk memperkuat pendidikan karakter terkait perubahan iklim. Menko PMK mendorong pergeseran dari screen time (waktu layar) ke green time (waktu hijau) di kalangan siswa, yang menekankan eksplorasi realitas lingkungan sekitar.

Pergeseran Budaya Pendidikan

Perubahan iklim yang kian nyata berdampak pada berbagai aspek kehidupan sehari-hari, mulai dari ekonomi, sosial, hingga budaya. Oleh karena itu, pemahaman siswa mengenai langkah mitigasi dan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim menjadi bekal penting di masa depan. Satuan pendidikan memiliki peran strategis dalam menggeser kebiasaan screen time yang bisa mencapai sembilan jam per hari menjadi aktivitas yang lebih bermakna, seperti mengeksplorasi lingkungan atau mempraktikkan pemilahan sampah.

Menko PMK Pratikno menekankan pentingnya peran kepala dinas dan kepala sekolah sebagai orkestrator dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan tangguh. “Jadi, kami ingin mengajak Bapak-Ibu Kepala Dinas, Kepala Sekolah menjadi orkestrator untuk membangun SDM unggul, mengajak semua pihak untuk bergabung, membuat sekolah sebagai media pembelajaran SDM unggul dan tangguh, sehat fisik, sehat mental, sehat sosial mampu menghadapi disrupsi perubahan iklim,” katanya. Transformasi ini diharapkan dapat menciptakan generasi yang peduli terhadap lingkungan dan mampu beradaptasi dengan tantangan global.

 

Pos terkait