MEDIAAKSI.COM – Persiapan menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 memerlukan strategi matang, terutama dalam memilih jurusan kuliah. Pemilihan program studi dengan tingkat persaingan tinggi dapat menjadi penentu keberhasilan calon mahasiswa. Memahami jurusan mana saja yang paling diminati dapat membantu dalam menentukan prioritas dan strategi pendaftaran.Tingginya minat terhadap jurusan-jurusan tertentu seringkali disebabkan oleh prospek karier yang menjanjikan, reputasi perguruan tinggi, atau minat pribadi yang kuat. Namun, hal ini juga berbanding lurus dengan ketatnya persaingan untuk memperebutkan kursi yang terbatas. Data peminat dari tahun sebelumnya menjadi indikator penting untuk memprediksi jurusan mana yang akan kembali menjadi primadona di SNBT 2026.Calon mahasiswa yang berambisi masuk ke perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBT perlu mempersiapkan diri secara optimal. Analisis terhadap jurusan-jurusan dengan rasio peminat per kursi yang tinggi dapat menjadi langkah awal untuk menyusun strategi belajar yang lebih efektif dan realistis.
Memilih jurusan yang tepat bukan hanya tentang mengikuti tren, tetapi juga menyesuaikannya dengan kemampuan akademik dan minat yang dimiliki. Pengetahuan mengenai tingkat persaingan di setiap jurusan akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai tantangan yang akan dihadapi.
Prediksi Jurusan dengan Peminat Tertinggi dan Persaingan Terketat SNBT 2026
Berdasarkan data jumlah peminat pada seleksi tahun sebelumnya yang tercatat di laman SNPMB, berikut adalah prediksi sepuluh jurusan dengan tingkat persaingan paling ketat di SNBT 2026:
- Hubungan Masyarakat – Universitas Indonesia: Program studi ini diprediksi akan menjadi yang paling ketat dengan rasio sekitar 165 peminat per kursi. Dari 4.950 peminat, hanya tersedia 30 kursi, sehingga peluang kelulusan diperkirakan hanya 0,61 persen.
- Kebidanan – Universitas Padjadjaran: Jurusan Kebidanan Unpad menunjukkan persaingan yang sangat tinggi dengan 2.187 pendaftar untuk 15 kursi yang tersedia. Rasio persaingan mencapai 145,8:1 dengan peluang kelulusan sekitar 0,69 persen.
- Administrasi Perpajakan – Universitas Indonesia: Program studi vokasi ini mencatat rasio persaingan sekitar 98,8 peminat per kursi, dari 2.965 pendaftar untuk 30 kursi. Tingginya minat diprediksi karena stabilitas karier di bidang perpajakan.
- Bisnis Kreatif – Universitas Indonesia: Dengan 4.167 pendaftar dan hanya 47 kursi, jurusan Bisnis Kreatif UI memiliki rasio persaingan sekitar 88,7:1, menjadikannya salah satu program studi paling kompetitif di UI.
- Manajemen Informasi Kesehatan – Universitas Gadjah Mada: Program studi vokasi ini menarik minat 3.057 pendaftar untuk 36 kursi, menghasilkan rasio persaingan 84,9:1. Peningkatan minat terkait kebutuhan tenaga profesional di bidang digitalisasi layanan kesehatan.
- Kedokteran – Universitas Gadjah Mada: Jurusan Kedokteran UGM tetap menjadi primadona dengan lebih dari 3.000 peminat yang bersaing untuk kuota yang terbatas. Rasio persaingan melonjak hingga sekitar 59,5:1.
- Sekolah Teknik Elektro dan Informatika-Komputasi (STEI-K) – Institut Teknologi Bandung: Program studi di ITB ini diminati oleh 3.526 peserta untuk 67 kursi jenjang S1, menghasilkan rasio persaingan 52,6:1. Tingkat penerimaan diperkirakan sekitar 1,90 persen.
- Keperawatan – Universitas Airlangga: Program Studi Keperawatan Unair menghadapi lebih dari 5.200 pendaftar untuk 60 kursi, dengan rasio persaingan mencapai 86,9 peminat per kursi.
- Ilmu Komunikasi – Universitas Gadjah Mada: Program studi sosial-humaniora ini mencatat rasio persaingan sekitar 69,5:1 pada seleksi SNBT terbaru, menunjukkan ketatnya persaingan untuk masuk ke jurusan ini di UGM.
- Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) – Institut Teknologi Bandung: SBM ITB menyediakan 55 kursi dengan 2.483 peminat, menghasilkan rasio persaingan 45,1:1. Peluang kelulusan hanya sekitar 2,21 persen, menjadikannya program studi bisnis paling kompetitif di Indonesia.
Data ini dapat menjadi acuan bagi calon mahasiswa dalam membuat keputusan yang lebih strategis dan berbasis informasi saat mendaftar SNBT 2026. Memahami peta persaingan akan membantu dalam menentukan strategi pendaftaran dan persiapan yang lebih terfokus.