Regional

Ada Pasar Tradisional, Natal di GUPDI Josaren Madiun Eratkan Toleransi

MADIUN – Perayaan dan ibadah Natal di wilayah Kecamatan Saradan Kota Madiun Jawa Timur terasa lebih istimewa dari tahun-tahun sebelumnya. Aktivitas ibadah warga dusun di penghujung tahun 2023 berlangsung dengan lebih semarak karena dimeriahkan dengan kegiatan pasar tradisional.

Bertempat di GUPDI (Gereja Utusan Pantekosta di Indonesia) Josaren, Saradan, pada 30 Desember 2023 kemarin sekitar 350 warga dengan antusias mengikuti kegiatan perayaan dan Ibadah Natal yang mengangkat tema ‘Natal Kagem Sedoyo’ atau ‘Natal untuk Semua’.

Sejak pagi hari, warga masyarakat sudah berkumpul untuk  berpastisipasi dalam kegiatan yang juga dihadiri oleh Kapolsek Saradan, Danramil, Kepala Desa Sugihwaras yang diwakili Sekretaris Desa dan Kepala Dusun Josaren, Bapak Bonadi.  Sementara itu dari jajaran GUPDI Josaren yang bertugas adalah Paul Krisdiyanto  selaku pembina, ⁠Pdt. Tri Indari sebagai gembala sidang dan Pdt. Stefanus Sujono sebagai pengkotbah.

Ibadah Natal berjalan khidmat dipimpin oleh tim musik Gloria Choir asli putra daerah yang merantau ke beberapa daerah. Menu tradisional Sego Pecel, Nasi Rawon, Es Dawet, dan beragam jajanan pasar tempo dulu yang unik disajikan dalam Pasar Tradisional.  Hal unik lagi, para hadirin dan tamu undangan diwajibkan melakukan transaksi jual-beli menggunakan bahasa Jawa.

Ketua panitia kegiatan Natal GUPDI Josaren, Thaddeus Michael Vernando, menyatakan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mempererat kerukunan antar umat beragama, dimana seluruh warga Josaren diundang tidak hanya terbatas umat kristiani.

“Tidak hanya untuk jemaat Kristiani, tapi turut hadir segenap warga Dusun Josaren yang ikut memeriahkan acara ini. Harapan kami lewat acara ini, toleransi bisa terjaga dan tidak ada tembok penghalang antar umat beragama yang hidup dalam satu dusun,” ujarnya.

Michael  menambahkan, rangkaian kegiatan Natal kali ini menjadi momentum penting di mana seluruh warga dusun diundang untuk berpartisipasi dalam kegiatan pasar tradisional dan menikmati hidangan secara gratis. ⁠Kegiatan pasar tradisional rencananya akan rutin dilaksanakan setiap bulan di tahun 2024.

“Ini juga menjadi peresmian pasar tradisional dusun Josaren yang ke depan akan dibuka rutin sekali sebulan untuk membuka peluang usaha selain sektor pertanian yang selama ini sebagai sumber kehidupan masyarakat,” terangnya.

Menurutnya, melalui kegiatan pasar tradisional ini pihak gereja juga memberikan kesempatan kepada jemaat untuk dapat menyalurkan kerinduannya memberkati sesama lewat masakan tradisional yang beragam.

“Tentu, dalam acara ini semua makanan ditanggung biayanya oleh gereja dan tamu undangan dapat menikmati hidangan secara gratis,” ungkap Michael.